Terselubung

Informasi Unik dan Menarik

5 Kisah Caleg Stress Sehabis Pemilu

Caleg Caleg Gagal yang Stress Sehabis Pemilu – Berikut ini beberapa ulah konyol dari para caleg yang gagal menjadi anggota DPR yang dirangkum dari berbagai sumber. Ya, memang tidak semua caleg siap kalah. Mereka hanya siap menang. Tapi untunglah mereka tidak menang.

01. Tak dipilih warga, caleg tutup jalan masuk perumahan dengan balok kayu

Weleh-weleh… ulah caleg gagal, dari blokir jalan sampai meminta kembali sumbangannyaCaleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anselmus Petrus Youw, nekat menutup jalan masuk Perumahan Satpol PP dengan balok kayu, Jumat (11/4). Penutupan dilakukan Anselmus, karena warga setempat tidak memilih dirinya saat Pemilu Rabu (9/4) lalu.
“Benar, Anselmus memblokir perumahan karena warga setempat tidak memilih dia,” tutur anggota Panitia Pengawas Pemilu Distrik Nabire, Micky, seperti dikutip dari Antara.
Anselmus yang mantan bupati Nabire itu merasa kecewa karena sudah memberikan tanahnya untuk pembangunan perumahan, namun warga setempat tidak “mencoblosnya”.
Bersama puluhan pendukungnya, dia menutup gapura masuk perumahan di Kampung Wadio, Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire, Papua.
Weleh-weleh… ulah caleg gagal, dari blokir jalan sampai meminta kembali sumbangannyaSeperti diwartakan sebelumnya, peristiwa pencurian kotak suara Pemilu ini terjadi di TPS 2 Dusun Cekocek, Bierem, Tambelangan, Jawa Timur, Rabu (9/4) sore. Pelakunya adalah caleg dari PKS, Muhammad Taufiq (50) dibantu seorang pendukungnya, Asmad (50).
“Kedua pelaku tidak puas hasil perhitungan suara, lalu mereka mengambil kotak suara dengan paksa dan membawanya ke rumah Taufik,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie. (Baca: Akhirnya Celg stres bermunculan)
Atas insiden tersebut, kedua pelaku diamankan oleh Panwaslu setempat untuk dilakukan analisa dan proses lebih lanjut. Selain jengkel dengan penghitungan suara di TPS-nya, Taiufik juga kecewa karena hasil penghitungan suara menunjukkan perolehan suaranya jeblok.

02. Kalah suara, massa caleg PAN aniaya petugas TPS

Weleh-weleh… ulah caleg gagal, dari blokir jalan sampai meminta kembali sumbangannyaDi lain peristiwa, Pieter Madae, seorang caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) nyaris tidak mendapat suara di TPS 2 Topo, Nabire, Papua. Caleg yang kecewa tersebut pun mengerahkan massa untuk menyerang Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). “Pieter mengerahkan massa sekitar 40 orang dan meminta tambahan suara ke KPPS,” kata Kabid Humas Papua Kombes Pol Pudjo Sulistyo dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (10/4).
Seorang petugas PPS yang mencoba menenangkan massa malah dianiaya beramai-ramai. Massa juga merusak fasilitas di sekitaran TPS. “Massa memukul Syaiful Bahri dengan menggunakan linggis hingga korban luka parah. Selain memukuli korban, massa juga merusak balai desa dengan cara memecahi kaca-kaca dan merobohkan pos ojek,” jelas Pudjo.
Polisi sudah memproses aksi main hakim sendiri ini dan mengimbau agar warga tidak terprovokasi. Sementara korban penganiayaan mendapat perawatan di rumah sakit.

03. Caleg meminta kembali sumbangan material pembangunan mushola

Weleh-weleh… ulah caleg gagal, dari blokir jalan sampai meminta kembali sumbangannyaKasus Caleg yang meminta uang sumbangan juga terjadi lagi. Kini kejadiannya di Tulungagung. Ceritanya, caleg dari Partai Hanura — Haji Miftahul Huda, meminta kembali sumbangan atas pembangunan mushola di RT 2 RT 2 Desa Majan, Kecamatan Kedung Waru, Tulungagung, Jawa Timur.
Penyebabnya tidak lain karena Miftahul kecewa perolehan suaranya pada pemilu legislatif 9 April lalu di luar harapannya. Sumbangan Miftahul berupa 2000 batu bata, 10 sak semen dan satu truk pasir dia minta kembali. “Pak Miftahul Huda menarik kembali sumbangan ini, karena di tempat ini ia hanya memperoleh 29 suara,” ujar Suyani, Ketua RT setempat.

04. Caleg jagoannya kalah, Kades segel TK dan Paud

Weleh-weleh… ulah caleg gagal, dari blokir jalan sampai meminta kembali sumbangannyaSementara itu seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, nekat menyegel sekolah Taman Kanak Kanak (TK) dan bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Pak Kades juga mengancam mengusir seluruh guru dan kepala sekolahnya. Aksi tersebut dilakukan setelah dua orang caleg titipan sang kades kalah di TPS dusun tersebut.
Menurut Darma, Kepala Sekolah TK, dua caleg titipan kades tersebut dari Partai PKP dan PDIP. Akibat penyegelan ini sebanyak 27 siswa TK terpaksa belajar di rumahnya masing-masing.

05. Bongkar atap pasar

Weleh-weleh… ulah caleg gagal, dari blokir jalan sampai meminta kembali sumbangannya
Ini ada cerita Caleg stres lainnya. Masnelly (44), salah seorang caleg dari Partai Nasdem, bersama pendukungnya nekat membongkar paksa atap seng bangunan Jambur Pasar VII, Dusun Kutambaru, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (4/4).
Bangunan yang atapnya dibongkar tersebut sebelumnya difungsikan sebagai TPS saat Pemilu. Akibat ulah mereka, proses penghitungan suara di TPS tersebut dipindahkan ke rumah Masten Ginting, Ketua KPPS setempat.
Aksi caleg diduga dipicu kekecewaan, karena gagal meraih dukungan suara maksimal dari para pemilih di TPS tempat caleg bersangkutan tinggal. Menurut warga, Masnelly merupakan salah satu penyumbang material untuk pembangunan Jambur.

.
Updated: Oktober 7, 2015 — 04:03
Terselubung © 2015 Frontier Theme