Terselubung

Informasi Unik dan Menarik

Dokter dan Tenaga Medis yang Menghilang Ternyata Bergabung dengan Gafatar


Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa orang menghilang di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tak sedikit yang hilang itu adalah tenaga medis dan dokter. Yang paling santer adalah informasi raibnya dokter Rica Tri Handayani bersama anak balitanya.

Selain dokter Rica, seorang pegawai berstatus Aparatur Sipil Negara alias PNS di RSUP Sardjito Yogyakarta juga menghilang setelah mengajukan cuti. PNS itu menghilang bersama suami dan anak-anaknya. Sementara di Banyumas, Jawa Tengah, kasus serupa juga terjadi.

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan dokter Rica terlibat organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Dokter Rica terlibat organisasi terlarang itu sejak kuliah di fakultas kedokteran di salah satu perguruan tinggi swasta.

“Benar dokter Rica dulu sempat aktif sebagai anggota Gafatar saat masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di sini,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Yogyakarta, Kombes Pol Hudit Wahyudi, seperti yang dikutip dari metrotvnews.com

Hudit juga mengungkapkan orang yang hilang selain dokter Rica juga terlibat Gafatar. Yakni dokter Diyah Ayu (Jawa Tengah). Dua dokter tersebut, lanjut Hudit, sempat menjalani studi satu kampus dan juga aktif di Gafatar.

“Setelah menjadi dokter, keduanya diam-diam ikut Gafatar di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Setelah lulus kuliah, Rica menjadi dokter di tempat asalnya, di Lampung. Rica hilang di Yogyakarta saat setelah bertemu suaminya di Sleman yang kemudian dijemput orang bernama Eko.

Menurut Hudit, dokter Rica dan Diyah Ayu dijemput PNS RSUP Dr Sardjito yang juga dikabarkan hilang. “Yang berisial ES (PNS RSUP Dr Sardjito) itu orang yang menjemput Diah Ayu dan Rica,” ucapnya.

Saat ini, dokter Rica telah ditemukan aparat Polda DIY di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sore nanti, polisi akan menggelar jumpa wartawan terkait kasus ini.

Selain itu, Polda Yogyakarta membantah jika orang yang sempat hilang itu karena diculik. “Tidak diculik, informasi itu tidak benar. Kami mengimbau jangan membuat isu yang membuat informasi menjadi simpang siur,” kata dia.

Sekadar informasi, Gafatar merupakan organisasi yang dilarang pemerintah sesuai surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012. Organisasi ini dilarang lantaran menyebutkan bahwa salat dan puasa Ramadan tidak wajib.

Related

.
Updated: Januari 25, 2016 — 23:59
Terselubung © 2015 Frontier Theme